Sabtu, 04 Januari 2014

Pengaruh Budaya dalam Prilaku Konsumen

A. Definisi
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

B. Mitos dan Ritual Kebudayaan
Mitos dan religi merupakan gejala kebudayaan manusia yang tidak mudah untuk dapat di analisis secara logis. Mitos hanya seperti sekumpulan gagasan yang tidak koheren dan abstrak. Ciri khas mitos adalah berupa tidak adanya sebab atau alasan yang jelas. Sedangkan pemikiran religius tidak tepat apabila dibandingkan dengan pemikiran rasional. Hubungan antara pemikiran tersebut menjadi objek kajian dalam filsafat Abad Tengah. Namun dalam kenyataannya misteri (religi) tidak bertentangan dengan rasio, melainkan melengkapi dan menyempurnakan rasio.

C. Budaya dan Konsumsi
Budaya dan konsumsi tidak bisa dipisahkan. Dimana budaya itu sendiri pasti membutuhkan konsumsi yang tidak sedikit. Contoh yang sangat ril adalah pada saat hari raya umat islam (Idul Fitri) banyak masyarakat yang membutuhkan daging sapi dari pada daging ayam. Budaya memasak daging sapi ini sangat mempengaruhi pemikiran masyarakat luas. Memasak daging sapi bisa dikatakan sebagai status sosial yang ada di masyarakat yang menyebabkan impor daging sapi sangat tinggi permintaanya.

D. Strategi pemasaran dengan memperhatikan Budaya
Beberapa strategi pemasaran bisa dilakukan berkenaan dengan pemahaman budaya suatu masyarakat. Dengan memahami budaya suatu masyarakat, pemasar dapat merencanakan strategi pemasaran pada penciptaan produk, segmentasi dan promosi.
Beberapa perubahan pemasaran yang dapat mempengaruhi kebudayaan, seperti :
1. Tekanan pada kualitas
2. Peranan wanita yang berubah
3. Perubahan kehidupan keluarga
4. Sikap yang berubah terhadap kerja dan kesenangan
5. Waktu senggang yang meningkat
6. Pembelian secara impulsif

E. Tinjauan Sub Budaya
Sub budaya adalah bagian dari suatu budaya.
Contoh kebudayaan di Indonesia ada ratusan dan beberapa sub budayanya antara lain : Budaya betawi seperti tanjidor, Budaya Jawa tari jaipong.

F. Sub-budaya dan Demografi
Demografi akan menggambarkan karakteristik suatu penduduk. Di dalam varibel demografi tersebut, kita bisa mendapatkan Sub- budaya yang berbeda, yaitu suku sunda, batak, padang, dsb.
Unsur-unsur Sub Budaya dan Demografi :
a. Usia
Merupakan hal yang penting untuk dipahami, karena konsumen yang berbeda usia akan mengkonsumsi produk dan jasa yang berbeda.
b. Pendidikan dan Pekerjaan
Pendidikan akan menentukan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh seorang konsumen. Profesi dan pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pendapatan yang diterimanya. Pendapatan dan pendidikan tersebut kemudian akan mempengaruhi proses keputusan dan pola konsumsi seseorang.
c. Lokasi geografik
Dimana seorang konsumen tinggal akan mempengaruhi pola konsumsinya. Konsumen yang tinggal di desa akan memiliki akses terbatas kepada berbagai produk dan jasa

G. Lintas Budaya ( Cross Cultural Consumer Behavior )
Secara umum kebudayaan harus memiliki tiga karakteristik, seperti:
a. Kebudayaan dipelajari
artinya: kebudayaan yang dimiliki setiap orang diperoleh melalui keanggotaan mereka didalam suatu kelompok yang menurunkan kebudayaannya dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
b. Kebudayaan bersifat kait-mengkait
artinya : setiap unsur dalam kebudayaan sangat berkaitan erat satu sama lain, misalnya: unsure agama berkaitan erat dengan unsure perkawinan, unsur bisnis berkaitan erat dengan unsur status sosial.
c. Kebudayaan dibagikan
artinya: prinsip-prinsip serta kebudayaan menyebar kepada setiap anggota yang lain dalam suatu kelompok.

H. Bauran Pemasaran Dalam Lintas Budaya
Beberapa hal dalam pemasaran internasional yang berkaitan dengan lintas budaya adalah bagaimana mengorganisasikan perusahaan agar dapat menembus pasar luar negeri, bagaimana keputusan masuk ke dalam pasar internasional, bagaimana merencanakan standarisasi, bagaimana merencanakan produk, bagaimana merencanakan distribusi, bagaimana merencanakan promosi, dan bagaimana menetukan harga produk.



Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar