Rabu, 20 November 2013

Sikap Konsumen


 A. Definisi Sikap konsumen

Definisi  sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.
 Sedangkan yang dimaksud dengan sikap konsumen adalah kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten.


   B.  Fungsi-Fungsi Sikap

Daniel Kazt mengklasifikasikan empat  fungsi sikap yaitu :

     1.    Fungsi Utilitarian

Konsumen mengembangkan Beberapa Sikap terhadap produk atas dasar apakah produk   itu memberikan kesenangan atau justru kekecewaan.
     2.    Fungsi Ekspresi Nilai

Sikap yang di kembangkan Konsumen Bukan berdasarkan pada manfaat produk namun lebih kepada kemampuan merek tersebut didalam mengexpresikan Nilai – Nilai yang ada pada dirinya(self Concept).

     3.    Fungsi Mempertahankan Ego

 sikap yang di kembangkan konsumen lebih cenderung dalam mempertahankan dan melindungi dari tantangan eksternal dan perasaan internal sehingga membentuk sikap Difensife itu sendiri.

     4.    Fungsi Pengetahuan

 Sebuah sikap yang membantu konsumen di dalam menetapkan beberapa penilaiannya terhadap merek yang di ketahui maupun tidak.jadi banyak mengurangi resiko kekurangan kepasatian atau keragu- raguan di dalam memilih.



    C.  Tiga Komponen Sikap

Model ini dikembangkan oleh para ahli perilaku, khususnya ahli psikologi social. Menurut model ini terdiri dari tiga komponen, diantaranya adalah :

     1  .  Komponen Kognitif.

Komponen Kognitif adalah pengetahuan dan persepsi yang diperoleh melalui kombinasi dari pengalaman langsung dengan objek sikap dan informasi terkait yang didapat dari berbagai sumber. Komponen ini sering kali dikenal sebagai keyakinan atau kepercayaan sehingga konsumen yakin bahwa suatu objek sikap memiliki atribut-atribut tertentu dan perilaku tertentu akan menjurus ke akibat atau hasil tertentu.

     2.    Komponen Afektif

Komponen Afektif ialah emosi atau perasaan terhadap suatu produk atau merk tertentu. Emosi dan perasaan terutama mempunyai hakikat evaluatif, yaitu apakah konsumen suka atau tidak terhadap produk tertentu.

     3.    Komponen Konatif

Komponen Konatif ialah kecenderungan seseorang untuk melaksanakan suatu tindakan dan prilaku dengan cara tertentu terhadap suatu obyek sikap. Dalam pemasaran dan penelitian konsumen, komponen konatif lazimnya diperlakukan sebagai ekspresi niat konsumen untuk membeli atau menolak suatu produk

3 komponen sikap ini merupakan gambaran High imvelvement dimana ketiganya saling berkaitan di mulai dari kepercayaan merek akan mempengaruhi terhadap evaluasi merek dan hal tersebut juga akan mempengaruhi di dalam keputusan pembelian, Lalu jika di rujuk dari sikap yang di jelasakan sebelumnya bahwasanya Komponen Evaluasinya mengoreksi bagus tidaknya merek lalu Kognitifnya merasakan baik apa tidak merek ini di gunakan berdasarkan Experiencenya maupun Persepsi orang yang ia terima lalu ia kelola kembali dimana hasilnya akan menjadi perilaku sebagai komponen ketiga dalam mem follow apakah ia akan konsisten menggunakan produk tersebut maupun tidak.



   D. Peran Sikap Dalam Pengembangan Strategi Pemasaran

Dengan mengetahui sikap ,Pemasar dapat mengidentifikasi segmen,manfaat,mengembangkan produk baru dan memformulasikannya serta Evaluasi setrategi Promosi.Cara mengukurnya ialah dapat di lakukan dengan menyebar Quisioner kepada kelompok konsumen sasaran yang sebelumnya sudah di identifikasi di dalam Demografi dan hal hal yang di butuhkan dalam penelitian,dari hasil pengamatan inilah nanti hasilnya dapat di munculkan Pengembangan Produk,Hal ini harus terus dilakukan secara Continue agar pemasar dapat terus mengetahui keinginan Konsumen dan berusaha memuaskannya.


    E.  Hubungan Antara Sikap Dan Perilaku

penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara sikap dan perilaku. Salah satu teori yang bias menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen. Menurut mereka, antara sikap dan perilaku terdapat satu faktor psikologis yang harus ada agar keduanya konsisten, yaitu niat (intention). Worchel dan Cooper (1983) menyimpulkan sikap dan perilaku bias konsisten apabila ada kondisi sebagai berikut:

      1.     Spesifikasi sikap dan perilaku

      2.    Relevansi sikap terhadap perilaku

      3.    Tekanan normative

      4.    Pengalaman.


    F.  Memprediksi Perilaku dengan Sikap

Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kemampuan sikap dalam memprediksi perilaku, antara lain:

     1.     Tingkat Keterlibatan Konsumen

Jika tingkat keterlibatan konsumen terhadap suatu obyek sikap tinggi (misalnya produk), maka perilakunya cenderung akan sesuai dengan sikapnya yang cenderung kuat.

     2.    Pengukuran sikap

Jika pengukuran sikap valid dan reliabel dan mempunyai tingkat abstraksi yang sama dengan pengukuran perilaku serta dalam waktu yang relatif dekat atau bersamaan waktunya, maka sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.

     3.    Pengaruh orang lain

Orang lain yang mempunyai pengaruh kuat dalam kondisi tertentu dapat mempengaruhi sebuah sikap yang negatif menghasilkan perilaku yang positif. Contoh seorang anak tidak suka pada produk pakaian merek A, namun karena orang tua atau kakaknya mempengaruhinya untuk memlih dan membeli merek B, maka meskipun sikapnya positif terhadap merek A, namun perilakunya tidak positif.

     4.    Faktor situasional

Kondisi yang mendesak dan situasi yang tidak mendukung (dalam kondisi berduka /sakit maupun gembira) seringkali menyebabkan sikap tidak dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.

     5.    Pengaruh merek lain

 Merek lain yang lebih unggul dalam memberikan manfaat yang diharapkan seringkali mempengaruhi hubungan sikap dengan perilaku.  Konsumen bisa memilih merek lain karena setelah dipilih dan dirasakan ternyata sesuai dengan yang diharapkan konsumen.

     6.    Kekuatan sikap

Sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku, ketika sikap tersebut sangat kuat ada pada konsumen.


    G.  Model Perubahan Kepercayaan, sikap dan Perilaku
Setelah mempelajari hal diatas maka selanjutnya pemasar harus dapat mengetahui model perubahan kepercayaan,sikap dan perilaku,dimana dalam model ini Proses perubahan di mulai dengan pesan /komunikasi dengan maksdu membujuk.Pemprosesan informasi pesan kemudian terjadi.Pada titik ini Proses perubahan tgerjadi melalui jalur yang berbeda yaitu:

     1  .  Jalur pengambilan keputusan(dapat di pelajari dengan

·                    Proses Perubaha Sikap Berdasarkan Elaboration Likelihood Model,

           ·         Model Multiatribut, dan

           ·         Model Reasoned Action atau Model Behavioral Intentions).

     2.    Jalur eksperiental (dapat dipelajari dengan:

           ·         Balance Theory,

           ·         Mempengaruhi sikap dengan teori pertimbangan sosial.).

     3.    Jalur Pengaruh perilaku(dapat di pelajari dengan A.Mempelajari pengaruh Behaviorial).
 

   H. Pertanyaan Kajian dan Diskusi :

         1.     Apa fungsi dari mempelajari sikap konsumen?

         2.    Perbedaan sikap dan perilaku konsumen itu apa?

         3.    Bagaimana sikap konsumen dapat mempengaruhi pembel;ian?


Sumber :






Kamis, 14 November 2013

Pembelajaran Konsumen

    A. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. pembelajaran telah terjadi ketika seorang individu berperilaku, bereaksi, dan merespon sebagai hasil dari pengalaman dengan satu cara yang berbeda dari caranya berperilaku 

Konsumen didalam melakukan pembelian secara sadar ataupun tidak pasti secara otomatis mereka melakukan pembelaran secara tidak langsung, disaat membeli produk konsumen melihat kemasan, kualitas dan mempertimbangkan harga, jika mereka menyukai produk tersebut setelah mencoba satu kali maka mereka akan kembali membel tapi jika tidak maka itu bias menjadi pembelajaran agar lebih teliti dan cermat memilih produk dan jasa, konsumen semakin hari semakin cerdas dalam menilai suatu produk karena mereka belajar dari pengalaman dari waktu ke waktu.

   B.  Teori Pembelajaran
     1 .  TEORI BELAJAR HUMANISTIK
Abraham Maslow dan Carl Rogers termasuk kedalam tokoh kunci humanisme. Tujuan utama dari humanisme dapat dijabarkan sebagai perkembangan dari aktualisasi diri manusia automomous. Dalam humanisme, belajar adalah proses yang berpusat pada pelajar dan dipersonalisasikan, dan peran pendidik adalah sebagai seorang fasilitator.
Afeksi dan kebutuhan kognitif adalah kuncinya, dan goalnya adalah untuk membangun manusia yang dapat mengaktualisasikan diri dalam lingkungan yang kooperatif dan suportif. Dijelaskan juga bahwa pada hakekatnya setiap manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan internal untuk berkembang dan menentukan perilakunya. Kerana itu dalam kaitannya maka setiap diri manusia adalah bebas dan memiliki kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang mencapai aktualisasi diri.
2.TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.
3.TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL
Teori Perilaku (Bandura)
Konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa perilaku yang memperoleh penguatan(reinforcement) di masa lalu lebih memiliki kemungkinan diulang dibandingkan dengan perilaku yang tidak memperolehpenguatan atau perilaku yang terkena hukuman (punishment). Dalam kenyataannya, daripada membahas konsep motivasi belajar, penganut teori perilaku lebih memfokuskan pada seberapa jauh siswatelah belajar untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dalam rangka mendapatkan hasil yang diinginkan (Bandura, 1986 dan Wielkeiwicks, 1995).
4. TEORI BELAJAR KOGNITIF
AUSUBEL : TEORI BELAJAR BERMAKNA
Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna. Sama seperti Bruner dan Gagne, Ausubel beranggapan bahwa aktivitas belajar siswa, terutama mereka yang berada di tingkat pendidikan dasar- akan bermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung. Namun untuk siswa pada tingkat pendidikan lebih tinggi, maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu. Untuk mereka, menurut Ausubel, lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan, peta konsep, demonstrasi, diagram, dan ilustrasi.

   C.  Ilustrasi Teori pembelajaran
1) Ilustrasi dari classical conditioning(membiasakan)
- Pavlov àeksperimen terhadap anjing
- Membiasakan sesuatu kepada konsumen sehingga ada stimulus
2) Ilustrasi dari instrumental conditioning(belajar dari kesalahan)
- Jika suatu stimulus yang diberikan mendapat respon negative atas pengalamannya dimasa lalu maka konsumen tidak akan menerima stimulus tersebut untuk masa akan datang (belajar dari kesalahan)
3) Ilustrasi dari cognitive learning
- konsumen berprilaku menyelesaikan masalah
- Masalah tersebut diselesaikan dengan cara mencari informasi berbagai produk yang mungkin menyelesaikan masalah yang di hadapi.
4) Ilustrasi pembelajaran pasif
- penerapannya pada media sebagai sarana memasang iklan (produk dengan tingkat keterlibatan rendah.
- Sebaiknya iklan menampilkan sisi lain tidak bersifat informasional tetapi berupa symbol-simbol dan penimbulan kesan dalam penyampaian pesan terhadap konsumen

    D. Relevansi Pengaruh Perilaku Dan Cognitive Learning Pada Pemasaran
Cognitive learning adalah hasil dari mendengarkan, menyaksikan, menyentuh atau mengalami; mencoba.
Cognitive learning adalah suatu mekanisme yang kuat yang menyediakan rata-rata dari pengetahuan. 
 Pendekatan perilaku mungkin akan sangat cocok untuk kondisi yang aktivitas kognitifnya (pengenalan masalah, pencarian informasi yang ekstensif, evaluasi alternatif, mengambil keputusan dan mengevaluais keputusan pembelian) adalah minimal. Pendekatan perilaku akan cocok untuk konsumen yang tidak begitu terlibat dalam pembelian produk. Mungkin mereka akan merasa membuang-buang waktu untuk mencari infomasi yang berhubungan dengan pembelian pasta gigi, sabun mandi, dan lain-lain. Teori pembelajaran kognitif lebih relevan untuk produk yang penting dan memerlukan keterlibatan tinggi.

    E.  Loyalitas Konsumen
Loyalitas konsumen merupakan suatu  komitmen yang tinggi untuk membeli kembali suatu produk atau jasa yang disukai di masa mendatang, disamping pengaruh situasi dan usaha pemasar  dalam merubah perilaku. Dengan kata lain konsumen akan setia  untuk melakukan pembelian ulang secara terus-menerus(Oliver dalam Taylor, Celuch, dan Goodwin, 1999:218)
Menurut Sutisna (2001: 41) Loyalitas konsumen dapat  dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu loyalitas merek (brand loyalty) dan loyalitas toko (store loyalty).
Tjiptono (2002:85) mengemukakan enam indikator yang bisa digunakan untuk mengukur loyalitas konsumen yaitu :
1.     Pembelian ulang
2.    Kebiasaan mengkonsumsi merek tersebut
3.    Selalu menyukai merek tersebut
4.    Tetap memilih merek tersebut
5.    Yakin bahwa merek tersebut yang terbaik
6.    Merekomendasikan merek tersebut pada orang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen :
1.   Nilai(Harga dan kualitas)
2.  Citra (baik dari kepribadian yang dimilikinya dan reputasi  dari merek tersebut)
3.  Kenyamanan dan kemudahan untuk mendapatkan produk tersebut
4.  Kepuasan yang dirasakan konsumen
5.  Pelayanan dengan kualitas baik
6.  Adanya garansi
Tingkat loyalitas konsumen terdiri dari empat tahap :
Loyalitas Kognitif. Tahap dimana pengetahuan langsung maupun tidak langsung konsumen akan merek, manfaat dan dilanjutkan kepembelian berdasarkan keyakinan akan superioritas yang ditawarkan. Dasar kesetiaan adalah informasi tentang produk atau jasa yang tersedia bagi konsumen.
Loyalitas Afektif. Sikap favorable konsumen terhadap merek merupakan hasil dari konfirmasi yang berulang dari harapannya selama tahap cognitively loyalty berlangsung. Dasar kesetiaan konsumen adalah sikap dan komitmen terhadap produk dan jasa, sehingga telah terbentuk suatu hubungan yang lebih mendalam antara konsumen dengan penyedia produk atau jasa dibandingkan pada tahap sebelumnya.
Loyalitas Konatif. Intensi membeli ulang sangat kuat dan memiliki keterlibatan tinggi yang merupakan dorongan motivasi.
Loyalitas Tindakan. Menghubungkan penambahan yang baik untuk tindakan serta keinginan untuk mengatasi kesulitan seperti pada tindakan kesetiaan.



    F.  Pembelajaran Vicarious
Pembelajaran Vicarious (Pencontohan) menyangkut pembelajaran melalui observasi, yang memadukan aspek – aspek dari teori pembelajaran kognitif dan perilaku. Pembelajaran Vicarious merujuk pada suatu proses yang berusaha mengubah perilaku dengan meminta individu mengamati tindakan orang lain


Jumat, 08 November 2013

AutoBiografi

Terlahir di Keluarga hangat dan sederhana …
Nama saya Selvi Yuliani namun saya biasa dipanggil selvi atau mpi oleh orang-orang terdekat saya, Jenis kelamin saya perempuan dan saya adalah seorang muslimah , saya terlahir di Indramayu pada hari kamis tanggal 14 Januari 1993. Saya anak ke empat dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Thomas Yulius dan Ibu Yeni.
Keluarga saya sederhana namun hangat dan penuh kasih saying, Ayah saya adalah orang Lampung beliau seorang wiraswasta yang berusaha dibidang sarang walet  sedangkan ibu saya adalah orang Jawa beliau merupakan Ibu rumah tangga yang sangat penyayang dan mencintai keluarga namun beliau wafat ketika saya berusia 13 tahun. Saya sangat mencintai mereka karena mereka adalah segalanya untuk saya. Saya memiliki dua orang kakak perempuan dan satu orang kakak laki-laki, Kakak perempuan pertama saya bernbama Desi Warnengsih kini ia telah berumah tangga dan telah dikaruniai 5 orang buah hati yaitu Vira, Vina, Rio, Ega dan Egi  kakak kedua saya adalah Bahrudin kakak ke dua saya telah menikah dan memiliki 2 buah hati yaitu Andre dan Sadewa , yang terakhir adalah kakak saya yang bernama Ayu Soraya Nilasari ia baru saja melepas lajang, saya sangat dekat dengannya yang akrab saya panggil teteh ayu.Keluarga adalah segalanya bagi saya karena mereka selalu ada untuk saya, walaupun saat dunia tak berpihak pada kita, mereka adalah motivator, inspirator yang membuat saya terus berusaha dan tak akan menyerah dalam hidup.

Pendidikan dan kegiatan berorganisasiku…
Semenjak saya terlahir hingga saya berusia 3 tahun saya tinggal di Indramayu bersama keluarga saya, Namun saat saya berusia 4 tahun saya dan kedua orang tua saya pindah ke Lampung karena urusan pekerjaan ayah saya sedangkan kakak-kakak saya tinggal di Indramayu.
Saya mulai menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar pada usia 6tahun di SDN 2 Panjang Utara Bandar Lampung hingga kelas 4 dan kelas 5 saya berpindah sekolah ke SDN Kalibaru 1 Bekasi karena orang tua saya berpindah rumah dan saya lulus sekolah dasar pada tahun 2005. Disekolah Dasar Alhamdulillah saya selalu meraih Rangking 5besar dan saya terpilih mewakili SDN 1 Kalibar Bekasi untuk Lomba Cerdas Cermat se- Kota Bekasi saat kelas 6 walaupun saya belum menjadi juara saya sudah cukup bersyukur. Saya berorganisasi di ekstrakulikuler Pramuka dan terpilih lomba P3k dan Alhamdulillah juara 3 se-Kota Bekasi.
Setelah lulus sekolah dasar saya melanjutkan ke sekolah menengah pertama pada tahun 2005 di SMPN 25 Bekasi , Saya masuk ke sekolah ini karena ini merupakan salah satu SMP favorit di Bekasi, Selama bersekolah di SMPN 25 Bekasi saya mengikuti organisasi Pramuka sebagai ekstrakulikuler saya, saya dan teman-teman saya selalu berlatih setiap hari mnggu dan Alhamdulillah saya terpilih untuk mengikuti lomba Pramuka se kota Bekasi pada tahun 2006 dibidang PBB dan meraih juara 2 putri, serta pada tahun 2007 meraih juara 2 PBB putri se-Jawa Barat berkat latihan dan kerja keras kami. Selain tu saat kelas VIII saya terpilih menjadi anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan menjabat sebagai Seksi Kewarganegaraan . Pada tahun 2007 saya terpilih untuk mewakili sekolah di Olimpiade Matematika dan IPA Se- Jawa Barat di mata pelajaran Biologi namun saying belum berhasil menjadi juara. Saya lulus pada tahun 2008  dengan Alhamdulillah dengan nilai yang memuaskan.

Setelah lulus SMP tahun 2008 saya melanjutkan pendidikan di SMK Dharma Paramitha Jakarta Timur dengan jurusan Akomodasi Perhotelan, Di SMK ini saa berkesempatan untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan di Hotel berbintang 4 yaitu Hotel SunLake Jakarta selama 3bulan sebagai waitress dan housekeeper sesuai dengan kurikulum.  Saya banyak belajar mengenai dunia perhotelab dan kuliner, Di sekolah ini saya mengikuti Organisasi Bartending yaitu bmeracik minuman, namun tidak hanya meracik minuman di organisasi ekstrakulikuler ini saya juga belajar tentang seni dalam membuat minuman yang berstandar internasional.

Setelah lulus SMK pada tahun 2011 kemudian saya langsung melanjutkan pendidikan di Universitas Gunadarma mengambil fakultas ekonomi jurusan manajemen jenjang s1 , Saya tidak melanjutkan dibidang perhotelan lagi karena terlalu sempit untuk mencari lapangan pekerjaannya sedangkan manajemen lebih luas. Sekarang saya masih semester 5 dan berharap bisa lulus dengan hasil yang memuaskan dan tepat waktu.

Cita-Citaku
Di masa kecil saya bercita-cita ingin menjadi dokter karena pemikiran anak kecil sangatlah sederhana yaitu saya ingin bias menyembuhkan semua orang yang sakit, saat sekolah saya juga sangat menyukai pelajaran biologi namun saying saat sekolah menengah atas saya salah mengambil jurusan shingga cita-cita itupun sirna selain karena membutuhkan biaya yang sangat besar.
Seiring berjalannya waktu cita-cita saya pun berubah kini saya bertekad untuk menjadi pengusaha dibidang fashion ataupun kuliner itu merupakan salah satu alas an saya mengambil jurusan manajemen  saya ingin bias mendesain sendiri baju-baju yang akan saya jual. saat ini saya juga sedang memulai cita-cita saya itu dengan membuat dan mempunyai Online Shop yang bernama “Gurls Paradishop” yang berarti Gurls adalah singkatan Guy dan Girl yang berarti pria dan wanita, serta paradise adalah Surga dan Shop berarti belanja, Dengan filosof itu saya berharap onlibneshop saya dapat menjadi surganya belanja bagi para pria dan wanita aamiin. Walaupun OS saya belum terlalu besar saya harap suatu saat dapat berkembang.

Moto Hidup
Berusaha, Berdoa dan tawakal
Pertama kali yang harus dilakukan dalam hidup ini berusaha sebaik mungkin yang kita bisa lakukan dihari ini, tidak usah cemaskan masa depan atau hari esok atau menengok  masa lalu, karena apabila kita selalu berusaha yang terbaik untuk hari ini tidak aka nada penyesalan dimasa depan. Kedua adalah berdoa karena usaha tanpa doa adalah sombong, bagaimana kita berhasil tanpa adanya dan tanpa meminta campur tangan Tuhan, Ketiga bertawakal berserah diri kepada Allah untuk hasilnya.
Dan apapun hasilnya..
Saya tidak akan pernah menyerah, selama masih ada mereka yang mencintai dan tidak pernah menyerah untuk saya
Saya tidak akan pernah menyerah selama masih ada mereka yang meremehkan dan memandang sebelah mata, karena itu menjadi cambuk agar saya selalu berusaha
Saya tidak akan pernah menyerah unuk menjadi sesorang yang bisa orang-orang terkasih banggakan dan membahagiakan mereka

Persepsi Konsumen

    A.  Stimuli Pemasaran dan Persepsi Konsumen
Stimuli pemasaran adalah semua bentuk komunikasi atau stimuli fisik yang
dimaksudkan untuk mempengaruhi konsumen. Produk dan unsur-unsurnya, yakni
kemasan, isi, ciri-ciri fisik produk merupakan stimuli primer (intrinsik). Komunikasi
yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku konsumen disebut stimuli sekunder
(ekstrinsik), baik dalam bentuk kata-kata, gambar, dan pencitraan atau dalam bentuk
stimuli lain yang berkaitan dengan produk, misalnya harga, display toko, dan efek
wiraniaga.
Sedangkan Persepsi dalam arti sempit ialah pengelihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan  sesuatu (Sobur, 2005: 445).  Jadi  Persepsi konsumen adalah proses dimana seseorang mengorganisir dan mengartikan kesan dari panca indera dalam tujuan untuk memberi arti dalam lingkungan mereka (Robbins, 1998)
  Persepsi konsumen ada 2 macam yaitu :
1. Persepsi yang disadari (Supraliminal)
2. Persepsi yang dibawah sadar (Subliminal)

   B. Karakteristik Stimulus yang mempengaruhi Persepsi
1. Unsur Indrawi, terdiri dari warna, bau, rasa, bunyi dan raba
Warna: memiliki konotasi indrawi yang penting. Satu penelitian menguji
satu merek deodorant roll-on yang dikemas dalam tiga tabung dengan warna yang
berbeda. Kebanyakan konsumen yang dijadikan responden menyimpulakn produk
berwarna tertentu cepat mengering dan efektif, produk kedua dengan warna yang
berbeda memiliki aroma yang kuat, produk yang ketiga dengan warna yang lain
tidak efektif dan menimbulkan iritasi. Ini terjadi karena faktor perbedaan warna.
 Rasa: dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap merek. Asosiasi kuat
dengan sebuah merek yang menancap dalam benak
konsumen ternyata jauh melebihi faktor rasa.
 Bau: terutama menjadi penting bagi produk-produk kosmetik dan
makanan. Sebuah penelitian dilakukan dengan memberikan aroma yang berbeda
pada kertas tisu muka yang identik. Hasilnya, konsumen mempersepsikan satu
tisu lebih elegan dan mahal sementara tisu yang lain lebih cocok untuk dipakai
didapur.
 Bunyi: merupakan stimulus indrawi yang penting. Beberapa iklan produk
untuk kalangan menengah kebawah di Indonesia diberikan back-sound musik
dangdut, sementara itu untuk produk yang ditujukan untuk kalangan atas diiringi
klasik. Namun demikian pemasar harus hati-hati dan melakukan test
terlebih dahulu untuk memastikan jenis musik tertentu memang dapat
menciptakan asosiasi positif terhadap merek.
 Raba: sentuhan terhadap produk-produk tertentu juga dapat
mempengaruhi persepsi konsumen. Misalnya untuk produk kertas, atribut yang
diinginkan konsumen adalah kehalusan. Konsumen biasa menilai kualitas produk
tekstil, pakaian, karpet, furnitur dengan merabanya. Kehalusan mengindikasikan
kualitas.
2. Unsur Struktural
Sejumlah temuan tentang elemen struktural yang kemudian diterapkan
dalam iklan cetak telah banyak diterbitkan dalam bentuk penelitian. Misalnya:
o Makin besar ukuran iklan, makin besar kemungkinannya diperhatikan.
o Posisi 10 halaman pertama majalah atau bagian atas halaman cetak lebih
menarik perhatian.
o Kontras misalnya, gambar produk dengan latar belakang putih- cenderung
lebih menarik perhatian
o Kebaruan juga mampu manarik perhatian

    C.  Karakteristik Konsumen yang mempengaruhi Persepsi
Menurut Robbins  (1998) persepsi dapat dipengaruhi oleh karakter seseorang konsumen. Karakter tersebut dipengaruhi oleh :
1.  Attitudes
Dua individu yang sama, tetapi mengartikan sesuatu yang dilihat itu berbeda satu dengan yang lain.
2.  Motives
Kebutuhan yang tidak terpuaskan yang mendorong individu dan mungkin memiliki pengaruh yang kuat terhadap persepsi mereka.
3.  Interests
Fokus dari perhatian kita sepertinya dipengaruhi oleh minat kita, karena minat seseorang berbeda satu dengan yang lain. Apa yang diperhatikan oleh seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda satu dengan yang lain. Apa yang diperhatikan seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda dari apa yang dirasakan oleh orang lain.
4.  Experiences
Fokus dari karakter individu yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu seperti minat atau interest individu. Seseorang individu merasakan pengalaman masa lalu pada sesuatu yang individu tersebut hubungkan dengan hal yang terjadi sekarang.
5.  Expectations
Ekspektasi bisa mengubah persepsi individu dimana individu tersebut bisa melihat apa yang mereka harapkan dari apa yang terjadi sekarang.

    D.  Proses Persepsi
Prose terjadinya persepsi meliputi :
1)     Proses Fisis
Dimana objek menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indera.
2)     Proses Fisiologis
Stimulus yang diterima alat indera kemudian dilanjutkan oleh saraf sensoris ke otak.
3)     Proses Psikologis
Terjadi proses pengolahan otak, sehingga individu menyadari tentang apa yang ia terima dengan alat indera sebagai suatu akibat dari stimulus yang diterima. 

   E.  Peran Ekspektasi pada Persepsi
Zeithaml dan Bitner (1996 : 77) menyatakan terdapat dua jenis ekspektasi, yaitu :
1. Desired service ialah ekspektasi konsumen dimana konsumen menginginkan mendaptkan pelayanan yang kualitasnya tinggi dan sesuai atau lebih baik dengan apa yang diharapkan pada awalnya.
2. Adequate service ialah ekspektasi yang timbul karena konsumen yang sadar bahwa karena alasan tertentu desired service mungkin saja tidak dapat tercapi, sehingga konsumen menurunkan harapannya akan suatu kualitas pelayanan ke level yang lebih rendah, namun masih berada pada area yang dapat ditoleransi.
Area pelayanan yang dapat ditoleransi disebut sebagai zone of tolerance, dimana pada area ini konsumen masih dapat menerima pelayanan yang kurang sesuai dengan apa yang diharapkan(desired service) apabila pelayanan yang diberikan tidak lebih rendah daripada adequate service.

    F.  Semiotis
Charles S.Peirce, penemu modern semiotics, mendefinisikan semiosis sebagai hubungan antara tanda, objek, dan makna.
-Orang yang menginterpretasikan tanda disebut interpreter.
-Gambaran objek yang dibentuk interpreter dari sebuah tanda disebut interpretant.
Pengertian Semiotics lebih jelasnya adalah pembahasan dari tanda penawaran itu satu keterangan dari bagaimana orang-orang mengekstrak arti dari perkataan, bunyi dan gambar. Satu pemahaman dari semiotics menolong satu perancang untuk menanamkan pekerjaan dengan referensi yang memperbolehkan mereka untuk mengomunikasikan beberapa lapisan dari keterangan ke satu pembaca.

    G.  Inferensi Perseptual
Perseptual adalah kemampuan memahami dan menginterpresentasikan informasi sensori atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna yang diterima oleh panca indera.
Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar
Jadi Inferensi perceptual adalah tindakan akhir yang sesuai dengan kebenaran informasi yang kita peroleh dari panca indera.

    H.  Implikasi Pemasaran dari Inferensi Perseptual
• Konsumen cenderung membentuk citra terhadap merek, toko, dan perusahaan didasarkan pada inferensi mereka yg diperoleh dr stimuli pemasaran & lingkungan.
• Citra : total persepsi trhdp suatu objek, yg dibentuk dgn memproses informasi dr berbagai sumber setiap waktu.
• Pemasar harus secara konstan mencoba mempengaruhi citra konsumen.


Sumber :